KEGAGALAN DAKWAH DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN MANHAJ NUBUWAH

26 04 2007

Menyadari akan tugas dan fungsi kita sebagai khalifatullah dan hamba Allah dimuka bumi. Seorang muslim harus mampu memerankan tugas dan fungsi tersebut sesuai apa yang diinginkan Allah SWT yaitu untuk kaffatan linnas dan rahmatan lil a’lamin. Kaffatan linnas bahwa agama Islam merupakan agama untuk semua manusia tidak kecuali yahudi, nasrasi, majusi dan ateis. Sedangkan rahmatan a’lamin agama Islam menjadi sumber kebahagian, kesejahteraan dan kedamaian seluruh alam.
Terasa betul Islam yang dibawakan oleh nabi Muhammad s.a.w memberikan pengaruh yang luar biasa kepada para sahabatnya. Nasehat- nasehat beliau betul-betul dipahami dan dilaksanakan dengan penghayatan yang mendalam. Kalau kita coba menbandingkan dengan dakwah yang dibawa juru dakwah pada zaman ini, maka kita dapati perbedaan yang amat jauh sekali. Menurut analisa dan hemat penulis hal ini disebabkan oleh:
Pertama kita berprasangka buruk terhadap mad’u kita. Misalnya ketika kita ingin berceramah di sebuah masjid dan ta’mir tidak memboleh kita untuk berceramah, maka kita bersumpah- serapah, mencaci, dan merngumpat sekenanya , ta’mir bahlul, ta’mir sinting, ta’mir kurang ekor dan sebagainya.
Kedua kita belum mempunyai bekal yang cukup untuk turun kegelangan, dalam istilah lain kita belum ber-Muzzammil dengan sempurna. Dengan bekal yang memadai atau ber-Muzammil kita akan tahan uji. Orang membenci, memusuhi, dan menghalangi adalah hokum yang wajar dalam berdakwah karena mereka belum tahu tentang Islam yang kita bawakan.
Ketiga kita menyampaikan Islam penuh pupur dan bedak palsu. Ibarat penjual jamu, berteriak penjual jamu” ini adalah obat kulit yang mujarab, sekali oles semua penyakit kulit akan sembuh padahal dia kena penyakit kulit yang tidak ketolongan. Sebab orang melihat dari penampilan kita jangan sampai kita membawakan Islam tetapi kita belum mencicipi manisnya Islam, jangan sampai kita yang membawakan Islam lebih gelisah daripada orang yang kita ajak berislam.
Mari kita cek dalam diri kita ,apakah ada iman dalam diri kita, apakah iman sudah dominan , dan apakah nafsu sudah tidak berkuasa sebelum kita berdakwah.





Hello world!

26 04 2007

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!